News & Bisnis

Naik Pesawat Sekarang Tidak Perlu PCR Atau Antigen Ini Syaratnya

Sebelumnya Pemerintah sempat mewajibkan calon penumpang pesawat udara menunjukan hasil negatif tes polymerase chain reaction atau PCR atau Test Antigen. Biaya tes PCR atau harga tes PCR dinilai cukup mahal, sehingga aturan baru tersebut menuai banyak kritik.  PCR sendiri adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Lalu Bagaimana peraturan terbaru saat ini ?

Efek pandemi memang sangat mempengaruhi berbagai sektor ekonomi di Indonesia, terutama transportasi, dimana alat transportasi adalah kebutuhan yang vital bagi masyarakat yang sibuk menjalankan aktifitas pekerjaan, berdagang, dan pendidikan.

Sehingga untuk mengurangi penyebaran Virus COVID,  sejumlah moda transportasi darat, laut dan udara memberlakukan syarat perjalanan dengan mewajibkan setiap calon penumpang untuk menjalani test PCR dan antigen.

Sebelumnya Pemerintah sempat mewajibkan calon penumpang pesawat udara menunjukan hasil negatif tes polymerase chain reaction atau PCR. Biaya tes PCR atau harga tes PCR dinilai cukup mahal, sehingga aturan baru tersebut menuai banyak kritik.  PCR sendiri adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Setelah terbitnya aturan terbaru harga tes PCR, beberapa rumah sakit, klinik, dan laboratorium kesehatan serentak menurunkan biaya tes PCR hingga Rp 495.000 per sekali tes. Perusahaan farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), termasuk perusahaan yang menerapkan kebijakan tersebut. Melalui pengumumannya, KAEF menyampaikan bahwa harga efektif tes PCR sebesar Rp 495.000 tersebut berlaku sejak Agustus 2021.

Naik Pesawat Tanpa Tes PCR dan Antigen, Bos Garuda: Tunggu Aturan

Menanggapi aturan naik pesawat tanpa tes PCR dan Antigen lagi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa perseroan masih menunggu aturan turunan dari Kementerian Perhubungan terbit.

“Kita tunggu aturan surat edaran resminya,” ujar Irfan saat dihubungi, pada hari Senin, 7 Maret 2022.

Irfan belum bisa memprediksi jumlah peningkatan pergerakan penumpang setelah kebijakan perjalanan tanpa tes Covid-19 berlaku. Namun ia membuka kemungkinan adanya reaktivasi untuk pelbagai rute Garuda yang ditutup selama pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengumumkan pelaku perjalanan domestik kini tak perlu menunjukkan bukti tes RT-PCR maupun tes Antigen. Aturan itu berlaku untuk seluruh moda transportasi, baik udara, laut, maupun darat.

“Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal, hari ini pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan. Pertama, pelaku perjalanan domestik yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes Antigen dan PCR negatif,” kata Luhut. 

Ketentuan ini akan dituangkan dalam peraturan kementerian dan lembaga yang bakal terbit dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut tak terlepas dan tren kasus harian nasional yang menyusut. Luhut mengklaim kasus Covid-19 sangat menurun signifikan dalam sepekan terakhir.

Begitu pula dengan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR dan tingkat kematian. “Tren penurunan konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali. Tingkat rawat inap menurun terkecuali DIY. DIY akan turun beberapa hari kedepan,” ujar Luhut.

Luhut: Syarat Naik Pesawat dan Kapal Tak Perlu PCR atau Antigen Lagi

Dalam rangka transisi menuju aktifitas normal, Pemerintah akan memberlakukan sejumlah kebijakan baru terkait dengan persyaratan perjalanan transportasi umum, termasuk pesawat udara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvel) Luhut B. Panjaitan menyampaikan pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua atau lengkap, sudah tidak perlu menunjukan hasil tes antigen maupun PCR negatif.

 “Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal, hari ini pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan sebagai berikut, pertama pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukan tes Antigen maupun PCR negatif,” ujarnya dalam konferensi pers, pada hari Senin, 7 Maret 2022. 

Sebagai tindak lanjutnya, Luhut mengatakan kebijakan ini akan diatur oleh Kementerian dan Lembaga terkait yang akan diterbitkan dalam waktu dekat. Selanjutnya, kebijakan ini akan ditetapkan dalam surat yang diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang akan terbit dalam waktu dekat ini.

Melansir dari akun Instagram Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, syarat perjalanan untuk yang sudah mendapat dua dosis (vaksin 1 dan vaksin 2) menggunakan tes antigen.

Bagi yang sudah vaksin dosis 1 wajib melakukan tes PCR dan hasilnya negatif paling lambat 3×24 jam sebelum perjalanan. Bagi yang sudah vaksin lengkap dan booster wajib melakukan swab antigen dan hasilnya negatif paling lambat 1×24 jam sebelum perjalanan. Kemenkes menjelaskan mulai 3 Maret 2022, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib mengisi eHAC di aplikasi Peduli Lindungi sebelum check in di keberangkatan atau paling cepat sehari sebelum jadwal keberangkatan sebagai syarat wajib bepergian selama pandemi Covid-19.

Luhut memaparkan bahwa kondisi dan penanganan pandemi hingga kini terus membaik. Berdasarkan data yang dievaluasi, tren kasus harian nasional menurun sangat signifikan begitu pula halnya dengan kondisi rawat inap rumah sakit juga menunjukkan penurunan dan tingkat kematian juga semakin melandai. Selain level asesmen yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan, mobilitas masyarakat juga kembali meningkat cukup tinggi, hal ini terlihat dalam pergerakan data google mobility yang diambil dalam sepekan terakhir.

Alasan Aturan Baru Naik Pesawat dan Kereta Api Tanpa Test PCR dan Antigen

Karena kondisi Indonesia yang saat ini mulai terus terkendali dari kasus COVID-19 membuat pemerintah tidak lagi mewajibkan penumpang transportasi udara, laut dan darat menunjukkan hasil tes PCR dan Antigen.

Untuk itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvel) Luhut B. Pandjaitan menegaskan pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua atau lengkap, sudah tidak perlu menunjukan aktivitas antigen maupun PCR negatif.

“Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal, hari ini pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan sebagai berikut, pertama pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukan tes Antigen maupun PCR negatif,” tegas Luhut saat Konferensi Pers secara virtual, pada hari Senin, 7 Maret 2022.

Selain itu juga Luhut mengatakan kebijakan ini akan diatur oleh Kementerian dan Lembaga terkait yang akan diterbitkan dalam waktu dekat. “Hal ini ditetapkan dalam surat yang diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait yang akan terbit dalam waktu dekat ini.”

Luhut juga memastikan bahwa kondisi dan penanganan pandemi hari ini terus membaik. “Berdasarkan data yang kami evaluasi, tren kasus harian nasional menurun sangat signifikan begitu pula halnya dengan kondisi rawat inap rumah sakit juga menunjukkan penurunan dan tingkat kematian juga semakin melandai,” tegasnya.

“Selain level asesmen yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan, mobilitas masyarakat juga kembali meningkat cukup tinggi, hal ini terlihat dalam pergerakan data google mobility yang diambil dalam sepekan terakhir,” papar Luhut.

Namun, kata Luhut, seiring dengan membaiknya kondisi pandemi dan mobilitas masyarakat, pemerintah terus mendorong masyarakat dengan masih capaian vaksinasi dosis kedua utamanya bagi lansia. “Saat ini capek dosis vaksinasi untuk lansia sudah berada di angka 62 persen, untuk seluruh Jawa Bali tetapi kami akan terus kejar untuk lebih tinggi lagi,” tutupnya.

Update Info Naik Pesawat Tak Perlu Lagi Antigen & PCR

Sesuai dengan kondisi Pandemi COVID-19 yang sudah mengalami penurunan kasus diberbagai wilayaah, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyampaikan update terkini penanganan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu berkaitan dengan adanya ada update terbaru dari Luhut, khususnya untuk syarat wajib bepergian domestik. Di mana kini tak perlu lagi menunjukkan rapid test antigen maupun PCR.

“Pelaku perjalanan domestik menggunakan transportasi darat, laut maupun udara, yang sudah vaksinasi dosis kedua dan lengkap tak perlu lagi menunjukkan bukti tes antigen atau PCR negative,” kata Luhut dalam keterangan persnya..

Saat ini menurut Luhut, aturan akan segera dikeluarkan pemerintah dalam Surat Edaran. “Akan terbit dalam waktu dekat ini,” katanya.

Sementara itu, untuk kegiatan lainnya seperti kompetisi olahraga sudah bisa menerima penonton dengan syarat, sudah menerima vaksinasi booster serta tetap menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published.